Tren Rebahan di China Jadi Aksi Resistensi?

Pada Sabtu, 17 Januari 2026, Program Magister Ilmu Komunikasi dan Magister Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Pelita Harapan (UPH), bersama dengan Forum Sinologi Indonesia (FSI) menyelenggarakan seminar publik bertajuk From Taojin to Tangping: Southeast Asia, Chinese Migration, and the Waves of China’s Re–globalisation” di STC UPH Graduate Campus Lt. 2, Sudirman Tower, Semanggi, Jakarta. 

Diskusi publik ini dibuka oleh Prof. Dr. Edwin Martua Bangun Tambunan, S.I.P., M.Si., Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UPH, dan Profesor Studi Keamanan dan Perdamaian. Prof. Edwin menyampaikan bahwa fenomena kaum rebahan sedang marak di China. Fenomena penolakan untuk bekerja keras demi meningkatkan kualitas hidup ini merupakan sebuah resistensi atau perlawanan diam–diam untuk menentang narasi yang dominan mengenai kesuksesan, produktivitas, dan progres. 

Dengan di moderatori oleh Johanes Herlijanto, Ph.D., pengajar tetap Program Magister Ilmu Komunikasi UPH dan Ketua FSI, diskusi ini menghadirkan seorang akademisi, Prof. Dr. Pal Nyiri, Profesor di Budapest University of Economics (Corvinus), Budapest, dan Vrije University (VU) Amsterdam untuk membahas perubahan etos kerja keras masyarakat China dari “taojin” yang artinya mencari emas atau ambisi mengejar kemakmuran, menjadi “tangping” atau rebahan. 

Beberapa hal menarik yang disampaikan Prof. Nyiri antara lain adalah fenomena “tangping” atau “rebahan” merupakan gaya hidup yang muncul sebagai respons terhadap tekanan–tekanan hidup di China dalam beberapa dekade terakhir. Dalam menghadapi tekanan tersebut, sebagian masyarakat China memilih untuk berpindah ke kota kecil ataupun migrasi ke luar negeri, terutama ke berbagai negara di Asia Tenggara demi kualitas hidup yang lebih baik dan nyaman. 

Fenomena itu sebenarnya telah muncul sejak 1990–an. Faktor–faktor yang menjadi pendorongnya, antara lain:

  1. Kontrol politik

Fenomena ini melonjak sejak kontrol perusahaan teknologi diperketat pemerintah pada tahun 2022. Akibatnya, banyak masyarakat China yang membangun perusahaan keluarga memilih memindahkan kekayaan dan keluarganya ke luar China, seperti Singapura, karena rasa tidak aman terhadap kemungkinan di masa depan. 

  1. Permasalahan sosial

Permasalahan sosial tersebut berawal dari melonjaknya harga properti di China sejak tahun 2008, meningkatnya pengangguran lulusan perguruan tinggi, menurunnya mobilitas sosial, dan kemunculan fenomena involusi atau neijuan, yakni mereka harus melakukan investasi berlebih dalam hal uang dan waktu demi mempertahankan status sebagai kelas menengah.

Dengan adanya berbagai permasalahan sosial dan kontrol politik yang ketat tersebut, masyarakat kelas menengah di China yang memimpikan kebebasan tidak menemukan kebahagiaan mereka. Tanpa secara terbuka melakukan oposisi, sebagian masyarakat China tersebut merasa terbebani dengan kewajiban untuk mempelajari ide–ide Presiden Xi Jinping dan berbagai hal lainnya. 

Johanes Herlijanto juga menambahkan bahwa sistem politik otoritarian, yang diwarnai dengan intervensi berlebihan pemerintah ke dalam ranah ekonomi dan privat, dapat menyebabkan kekecewaan dan ketidaksukaan dalam kalangan tertentu masyarakat China. Masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih merespons hal ini dengan melakukan perlawanan meskipun secara tersembunyi. 

Seminar ini juga diliput dan dipublikasikan oleh beberapa laman berita:
1. https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8313216/kelas-menengah-china-ramai-ramai-pindah-ke-luar-negeri-ini-pemicunya
2. https://www.tribunnews.com/internasional/7780573/kaum-rebahan-migrasi-dan-perlawanan-terselubung-warga-tiongkok-terhadap-pkc
https://www.viva.co.id/berita/dunia/1874720-fsi-bahas-gaya-hidup-rebahan-sebagai-bagian-dinamika-sosial-tiongkok
3. https://www.kompas.com/edu/read/2026/01/19/122700371/dari-taojin-ke-tangping-perlawanan-sunyi-generasi-baru-china
4. https://wartaekonomi.co.id/read597224/fenomena-kaum-rebahan-dan-migrasi-baru-asal-cina-apakah-sebuah-perlawanan-terselubung
5. https://nasional.sindonews.com/read/1667909/15/fenomena-kaum-rebahan-dan-migrasi-baru-asal-china-di-asia-tenggara-1768878065
6. https://m.jpnn.com/news/bahas-fenomena-migrasi-kaum-rebahan-asal-china-fsi-datangkan-ahli-kelas-dunia
7. https://kabar24.bisnis.com/read/20260119/19/1946542/kaum-rebahan-jadi-tren-di-china-pakar-perlawanan-terhadap-otoritas-partai-komunis


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *